This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bursa Kerja

Angkatan kerja yang perlu lapangan kerja.

Senin, 24 Mei 2021

Mitigasi Bencana di Indonesia

 Perhatikan siaran TV berikut ini


sumber : metrotvnews 
Jawablah pertanyaan berikut ini pada kolom komentar

1. Apa yang dimaksud mitigasi bencana?
2. Mengapa wilayah Indonesia sangat rentan terjadi berbagai bencana?
3. Bencana-bencana apa saya yang potensial dan mengancam Indonesia?
4. Pihak-pihak mana yang harus bekerja sama dalam mitigasi bencana?
5. Apa peran masing pihak yang ada pada soal nomor 4
6. Jelaskan bentuk upaya dan pelaku mitigasi bencana sesuai video tsb
7. Jelasakan TAS SIAGA BENCANA dan ISINYA

1. Radiasi matahariRadiasi matahari merupakan transfer energi dalam bentuk gelombang elektromagnit yang dipancarkan oleh matahari.Sedangkan insolasi adalah bagian dari radiasi matahari yang sampai pada permukaan bumi.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi insolasi1) Pengaruh konstante matahariBesarnya rata-rata 1,94 cal/cm2/menit yang sebenarnya berubah-ubah, terutama disebabkan :a) Berubahnya intensitas radiasi matahari yang disebabkan oleh perubahan banyaknya noda-noda matahari, yang berkisar antara 1%-2%.b) Perubahan jarak bumi-matahari. Ini disebabkan karena orbit bumi berbentuk elips dan matahari berada pada titik apinya. Jarak terjauh terjadi pada 4 juli (aphelium)151.900.000 km dan jarak terdekat pada 3 januari (perihelium) 149.500.000 km. jumlah energi matahari yang diterima berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.2) Pengaruh sudut datang sinar matahariPerbedaan sudut sinar matahari menyebabkan :a) Perbedaan luas permukaan horisontal yang mendapat sinar. Sinar yang membentang pada permukaan horisontal yang sempit akan menerima energi matahari lebih besar.b) Perbedaan panjang atmosfir yang dilalui sinar matahari. Makin besar sudut datang sinar, makin pendek atmosfir yang dilalui sinar. Sehingga mengurangi intensitas energi matahari.c) Jadi makin besar sudut datang sinar matahari makin besar pula insolasi yang diterima.3) Pengaruh panjang siang hariPada tiap-tiap tempat panjang siang hari tidak sama, kecuali pada daerah katulistiwa. Siang terpanjang waktu soltisium musim panas dan terpendek waktu soltisium musim dingin. Besarnya energi matahari berbanding dengan lamanya waktu penerimaan. Sehingga makin panjang siang hari makin besar insolasinya.4) Pengaruh atmosfirPada saat melewati atmosfir radiasi mengalami pengurangan karena proses absorsi, refleksi dan scattering. Proses ini tergantung pada :a) Panjang atmosfir yang dilalui sinar, yang ditentukan oleh besar kecilnya sudut datang sinar.b) Transparasi atmosfir, ditentukan oleh kadar uap air dan awan.3. Pengaruh rotasi dan revolusi bumi terhadap insolasiAkibat rotasi bumi terjadi perubahan sudut datang sinar dengan periode harian, sehingga menyebabkan perubahan cuaca harian pula.Sedangkan revolusi bumi menyebabkan perubahan cuaca musiman4. Penyebaran insolasi1) Penyebaran insolasi tahunanInsolasi tahunan terbesar berada di daerah khatulistiwa, makin ke kutub maka insolasi makin berkurang. Jika efek atmosfir dibaikan insolasi yang diterima di kutub hanya 40% dari pada yang diterima di khatulistiwa.2) Penyebaran insolasi waktu equinoks (21 maret & 23 Sept)Pada insolasi ini penyebaran pada lintang hampir sama dengan insolasi tahunan. Jika efek atmosfir diabaikan maka insolasi equinoks di kutub 0.Ket : ly (langly), satuan insolasi1 langly = 1 cal/cm23) Penyebaran insolasi waktu soltisium (21 juni & 22 des)Baik tanggal 21 juni maupun 22 des, insolasi tidak sama antara belahan bumi utara dan selatan. Jika pada 21 juni efek atmosfir diabaikan maka insolasi kutub selatan 0, dan makin ke utara 40oLS makin besar. Dan sebelah utara menurun sampai 62oLU, selanjutnya sebelah utara naik dan max di kutub.5. Kurva insolasi tahunan1) Tipe tropik (23 ½ o LU - 23½o LS)2) Tipe lintang tengah (23½o LU - 66½o LS)3) Tipe kutub (66½o LU-90o LU) dan (66½o LS - 90o LS)6. Transfer panas1) RadiasiTransfer panas dalam bentuk gelombang elektromagnit.2) KonduksiTransfer panas melalui suatu medium.3) KonveksiTransfer panas oleh gerakan bendayang dipanasi.4) Penguapan dan kondensasiPanas matahari menguapkan air yang mengandung panas laten. Apabila terjadi kondensasi panas laten dilepaskan dan memanasi atmosfir.Diposkan 26th November 2010 oleh dedikekoprasetyo.blogspot.comLabel: Geografi Mania


WASPADA, BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI INDONESIA 2021

 Perhatikan dan simak video di bawah ini



Setelah menyimak video tesebut, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini pada kolom komentar

1. Apa yang dimaksud bencana meteorologi?
2. Apa saja bentuk-bentuk bencana meteorologi?
3. Mengapa wilayah Indonesia sering dilanda bencana meteorologi?
4. Daerah mana saja di Indonesia yang berpotensi terjadi bencana meteorologi?
5. Jelaskan apa yang dimaksud MITIGASI BENCANA?

Kamis, 20 Mei 2021

Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kualitas lulusan peserta didik. Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Selengkapnya unduh

Selasa, 11 Mei 2021

Gambar

Senin, 10 Mei 2021

Lomba Memperingati Hari Besar





Jumat, 07 Mei 2021

Gempa Sesar Sianok

Gambar dari : istagram Daryono BMKG


Sesar Segmen Sianok picu Gempa Mag:3.3, pada tanggal 06-May-21 pukul 13:52:22  WIB, Lokasi : 0.29 LS,100.26 BT (12 km BaratLaut BUKITTINGGI-SUMBAR), 

Kedalaman : 10 Km, Gempa dirasakan di Bukittinggi, Agam pada II-III MMI serta ,Padang Panjang,Tanah Datar pada  II MMI 

sumber ::BMKG 

Jumat, 22 April 2016

Kamis, 21 April 2016

Peringatan Hari Kartini





Memeriahkan peringatan Hari Kartini 21 April 2016

Guru Pengajar MAN 11 Jakarta

Para pengajar MAN11 Jakarta

Rabu, 28 Januari 2015

TIPE TIPE IKLIM

UNSUR CUACA DAN IKLIM

Sabtu, 14 Januari 2012

Permendiknas tentang UN 2012

Jumat, 22 Juli 2011

peta persebaran fauna dunia


Kamis, 16 Juni 2011

Selasa, 17 Mei 2011

Liputan6.com, Jakarta: Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter mengguncang Blitar, Jawa Timur. Gempa dengan kedalaman 25 kilometer itu berpusat di 170 km tenggara Blitar, Jatim.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (17/5), gempa terjadi pada pukul 07.14 WIB pada lokasi 9.55 Lintang Selatan-112.55 Bujur Timur

Selasa, 05 April 2011

Gempa Ujung Kulon

Gempa 5,4 Dekat Ujung Kulon
Editor: Tri Wahono
Selasa, 5 April 2011 | 11:53 WIB


BMKG Pusat gempa 5,4 di tenggtara Ujung Kulon yang terjadi Selasa (5/4/2011) pukul 11.34 WIB. 

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa kembali terasa mengguncang Kota Jakarta, Selasa (5/4/2011) siang. Kalau gempa sehari sebelumnya berpusat di selatan Cilacap, kali ini pusat gempa di dekat Ujung Kulon, Banten.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 5,4. Gempa tersebut terjadi pukul 11.34 dengan pusat gempa di 83 km sebelah tenggara Ujung Kulon, tepatnya di koordinat 7,38 Lintang Selatan dan 105,97 Bujur Timur. Pusat gempa pada kedalaman 23 km dan berpusat di laut. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Beberapa orang yang berkantor di gedung tinggi di wilayah Jakarta melaporkan goyangan gempa meski ringan.

Senin, 04 April 2011

Gempa Cilacap 4 April 2011


 
Deformasi Sebabkan Gempa Cilacap
 
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: A. Wisnubrata
Senin, 4 April 2011 | 14:50 WIB

KOMPAS.com - Gempa bermagnitud 7,1 yang mengguncang Cilacap dinihari tadi pukul 3.06 WIB diduga akibat proses relaksasi yang diikuti post seismik deformasi gempa sebelumnya. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan namun akhirnya dicabut oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 4.40 WIB.
Pengamat gempa ITB Irwan Meilano mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Cilacap berkaitan dengan gempa Pangandaran tahun 2006. Gempa Cilacap terjadi di lokasi yang sangat dekat dengan gempa Pangandaran tersebut.
"Gempa ini terjadi pada bagian atas gempa susulan akibat proses relaksasi yang diikuti post seismik deformasi gempa 2006, yang berdasarkan data masih terjadi hingga saat ini," katanya.
Gempa Cilacap diketahui terjadi akibat mekanisme normal atau sesar turun. Deformasi terjadi pada patahan seluas seluas 50 km x 25 km. Akibat gempa, diketahui terjadi pergeseran sebesar 1,5 meter.
Gempa Cilacap terjadi di dalam lempeng (interplate) Eurasia, bukan pada bidang kontak lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Karenanya, meski berkaitan gempa Cilacap ini berbeda dengan gempa Pangandaran.
Irwan mengungkapkan, dalam beberapa kasus gempa interplate memiliki potensi tsunami. Tapi, ia menjelaskan bahwa terjadi atau tidaknya tsunami tergantung pada mekanisme gempa dan magnitud gempanya.
"Kalau sesar naik itu efektifitas terjadinya tsunami lebih tinggi daripada sesar turun. Tapi walaupun sesar turun kalau magnitudnya besar dan bergesernya banyak, bisa juga terjadi tsunami,"

detikcom - Jakarta, Gempa 7,1 SR yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, dini hari tadi membuat sebagian besar warga di sekitar pesisir mengungsi.
Gempa terjadi di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km.
Gempa juga antara lain dirasakan di Jakarta, Yogyakarta, Kebumen, Purworejo Denpasar, Bandung dan Bogor.
Pusat gempa ini berdekatan dengan titik gempa Pangandaran 2006. Meski demikian, gempa Cilacap berbeda dengan gempa Pangandaran.
Lokasi gempa memang berdekatan dengan gempa Pangandaran. Lokasinya tepat di bagian paling atas gempa susulan 2006.
gempa Cilacap ini terjadi sebagai tahapan dari postseismic gempa Pangandaran 2006. Deformasi pasca gempa 2006 diduganya masih berlangsung hingga kini.
Gempa ini berbeda dengan gempa Pangandaran karena gempa Pangandaran pada 2006 terjadi di bidang kontak antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan gempa tadi terjadi di dalam lempengnya atau disebut sebagai interplate," terang Irwan.
Dugaan gempa Cilacap terjadi di dalam plate adalah karena sudut gempanya yang curam,sekitar 34 derajat. Sedangkan gempa Pangandaran, sudut gempanya sekitar 12 derajat.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat gempa mengguncang Cilacap. Sebab gempa terjadi di lautan dengan skala lebih dari 6,5 SR dan memiliki kedalaman yang dangkal.

"Pada saat gempa Pangandaran, mekanisme gempanya adalah sesar naik atau thrust. Sedangkan yang terjadi di Cilacap kali ini sesar turun.

Gempa di Cilacap juga dirasakan warga di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Kebumen, Purworejo, Denpasar, Bandung dan Bogor. Karena gempa terjadi di dalam lempeng, maka lempeng itu efektif merambatkan gelombang. Karena itulah gempa terasa sampai jauh.

Gempa terjadi pada hari ini pukul 03.06 WIB di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km. Atas gempa ini BMKG sempat merilis potensi tsunami. Namun 1,5 jam setelah gempa peringatan tsunami dicabut. Peristiwa ini sempat membuat warga Cilacap panik. Mereka beramai-ramai menjauhi pantai dan menuju daerah yang lebih tinggi.

Sabtu, 26 Maret 2011

Patahan Lembang berpotensi Gempa


TEMPO Interaktif, Bandung - Fakta-fakta baru seputar aktivitas patahan Lembang, Jawa Barat, mulai bermunculan. Tim riset dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia mendapatkan bukti patahan aktif itu diperkirakan pernah mengguncang cekungan Bandung dengan kekuatan 7 skala richter.
Peneliti dari pusat penelitian geoteknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan, patahan Lembang sepanjang 20-25 kilometer kemungkinan pernah bergerak bersamaan. Selip vertikalnya di dalam tanah patahan ada yang ditemukan sepanjang 70-80 sentimeter. "Kalau (patahan) bergerak bersamaan bisa mendekati gempa 7 skala richter," katanya di sela seminar mitigasi bencana di UPI Bandung, Selasa (11/5).
Patahan Lembang membujur dari kaki Gunung Manglayang hingga Padalarang. Bentuknya yang seperti tebing itu bisa dilihat dari kawasan Lembang. Memasuki tahun kedua ini, tim LIPI masih meneliti riwayat gempa akibat pergerakan patahan Lembang dan interval perulangannya. Caranya dengan menganalisis lapisan tanah.
Menurut Eko, tim menggali banyak lubang di patahan sekitar Cihideung, Lembang, Jawa Barat. Sejauh ini dari lubang kedalaman 4 meter, gempa dari patahan Lembang diketahui terjadi berulang dalam kurun 400, 500, dan 700 tahun. Kejadian itu sudah 4 kali terjadi sebelum masa sekarang. "Aktivitas (gempa) terakhir itu 500 tahun lalu," ujarnya.
Dari hasil itu, Eko yakin patahan Lembang masih aktif. Karena itu, tim masih perlu mendapatkan tambahan data lagi dari lubang dengan kedalaman 30 meter. Lubang riset pun akan diperbanyak karena diduga, patahan Lembang juga bergerak terpotong-potong atau dalam segmen tertentu.
Temuan menarik lainnya, patahan itu juga memicu aktivitas perut Gunung Tangkuban Parahu. Selama ini, asumsinya terbalik. "Selama ini ternyata titik-titik pusat gempa di dekat patahan Lembang itu plotnya di sekitar Gunung Tangkuban Parahu," katanya. Fakta itu dikuatkan oleh riset tim geodesi Institut Teknologi Bandung yang dipimpin Sri Widiantoro.
Patahan Lembang, kata Eko, bergerak karena dorongan lempeng Indo Australia dari selatan dan tertahan lempeng Eurasia dari utara seperti halnya di Sumatera. Karena tak kuat menahan desakan, patahan itu akan melenting dan menimbulkan gempa.
Anggota tim riset dari teknik geodesi Institut Teknologi Bandung Irwan Meilano mengatakan, pergerakan sesar Lembang sepanjang 2-3 milimeter per tahun. Sangat kecil dan lambat, kata dia, dibanding pergerakan sesar di Sumatera dan Sulawesi yang bisa mencapai 3 sentimeter per tahun. "Kemungkinan gempa besar itu kecil terjadi dan potensi gempa lebih rendah dibanding Sumatra," katanya.
Namun begitu, Irwan dan Eko sama-sama khawatir karena jenis lapisan tanah di cekungan Bandung mirip di Yogyakarta. Akibatnya, dampak kerusakan setelah gempa dengan skala 6-7 bisa seburuk di Yogyakarta. "Implikasinya di daerah kota (Bandung) bisa jadi banyak merusak. Itu juga yang sedang kami teliti," katanya.
Efek gempa patahan Lembang, ujar Irwan, berpotensi menggoyang hingga radius 10 kilometer dari sumber gempa. Namun karena penelitian belum sempurna dan rinci, tim ITB belum berani membahas serius potensi gempa patahan Lembang dengan pemerintah daerah. "Masalahnya kita belum tahu detil struktur tanahnya," ujarnya.
ANWAR SISWADI


Patahan Lembang Masih Aktif Bergerak
BANDUNG, KOMPAS - Patahan Lembang yang terletak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, aktif bergerak. Perhitungan oleh pakar geologi dari Institut Teknologi Bandung terkait pergerakan itu sebesar 2 milimeter per tahun. Masyarakat harus diberi pemahaman tentang risiko bencana dan upaya mitigasi.
Peneliti Irwan Meilano memasang sejumlah sensor yang dipantau lewat satelit di dua kelompok lokasi yang terbagi oleh patahan. ”Alat global positioning system yang terpasang menunjukkan bahwa ada pergerakan dengan rata-rata 2 milimeter per tahun. Ini menunjukkan bahwa Patahan Lembang tetap aktif bergerak,” kata Irwan, Jumat (25/3) di Bandung.
Irwan menyatakan, pergerakan dengan ukuran itu tergolong rendah.
Dosen Teknik Geologi ITB, Agus Handoyo Harsolumakso, mengatakan, belum banyak masyarakat yang mengetahui keaktifan Patahan Lembang. Gempa besar di patahan itu pun belum pernah tercatat secara ilmiah. ”Bukti-bukti keaktifannya masih terus diteliti,” kata Agus.
Pakar Geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto, yakin gempa bumi telah terjadi berulang kali. Ia menemukan tanah yang berlapis-lapis di lereng patahan, misalnya di Situ Umar. Lapisan tanah itu terjadi karena gempa bumi yang berulang kali.
”Pada kedalaman sekitar 150 sentimeter, ada perbedaan lapisan tanah di Situ Umar. Di bawahnya terdapat tanah dengan kontur lapisan yang cenderung tidak beraturan. Kontur semacam itu terjadi karena guncangan gempa. Kontur serupa ditemukan di lapisan tanah dengan kedalaman 3,5 meter,” kata Eko.
Berdasarkan perhitungannya, gempa terakhir di tempat itu terjadi sekitar 500 tahun lalu.
Bertolak dari itu, peneliti dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, menyimpulkan, Patahan Lembang adalah patahan yang masih aktif. Salah satu kriterianya adalah bentuk riil yang bisa terlihat secara kasatmata saat ini. Selain itu, pola penumpukan lapisan tanah menunjukkan adanya pergerakan lempeng secara vertikal.
Keaktifan lempeng ini menunjukkan wilayah Lembang dan Kota Bandung rentan terhadap dampak gempa bumi. Kawasan patahan kini semakin padat penduduk. Terlebih lagi, Kota Bandung yang berjarak sekitar 15 kilometer arah selatan dari patahan itu berdiri di atas tanah dengan tingkat kematangan rendah.
”Kota Bandung adalah cekungan rendah dengan tingkat kematangan tanah yang paling muda dibandingkan area sekitarnya. Dari sisi geologi, Bandung tidak mantap,” ujar dosen Teknik Geologi ITB, Budi Brahmantyo.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat akan bencana gempa bumi harus segera disosialisasikan. Menurut Budi, salah satu aspek yang terlupakan adalah jalur evakuasi dan lokasi berkumpul yang aman jika terjadi gempa. (HEI)